Kamis, 07 Oktober 2010

Quality Of Service

Qos pada jaringan WiMAX

Pada WiMAX untuk mengatur QoS dapat dijalankan oleh Medium Access Control (MAC). Sebagai contoh pada aplikasi voice dan video diperlukan latency yang rendah sedangkan untuk error data dapat ditoleransi. latency dapat ditoleransi tetapi tidak dapat mentoleransi untuk error data. Kemampuan untuk mengalokasikan kanal frekuensi yang tepat pada WiMAX dimungkinkan untuk menurunkan frekuensi dan meningkatkan QoS. Terdapat dua profil sistem duplex yang digunakan pada WiMAX, yaitu FDD dan TDD. Pada FDD dibagi menjadi 2 yaitu continous FDD dan Burst FDD. perbedaan antara FDD dan Burst FDD dari keduanya adalah apabila continous FDD dapat menerima dan mengirim secara bersamaan pada SS, sedangkan pada Burst FDD hal tersebut tidak dapat dilakukan, yang dapat melakukannya hanya SS yang memiliki system Full Duplex saja. Pada sistem TDD dapat dilakukan pengalokasian bandwidth secara dinamis sesuai dengan kebutuhan trafik. Salah satu kelebihan dari TDD dalam penerapan QoS adalah penentuan profile dari burst single carrier-modulation, yaitu seperti pemilihan parameter transmisi, tipe modulasi dan coding yang dapat dilakukan sendiri-sendiri pada masing-masing SS.

Tipe-tipe QoS (Class of Service)

Aspek lain yang tersedia pada QoS yang terdapat di WiMAX adalah data rate manageability dimana ditentukan oleh analisis link (link by link basis) antara Base Station dan Subscriber Station. Kuatnya sinyal antara Base Station dan Subscriber Station akan menentukan jumlah data rate yang mampu di-deliver ke sisi pelanggan. Besar kecilnya data rate tersebut didasarkan pada jenis modulasi yang tersedia (apakah 64 QAM, 16 QAM atau QPSK). Biasanya semakin jauh pelanggan (subscriber) dari Base Station, maka data rate-nya akan semakin kecil. WiMAX juga dapat mengoptimalkan data rate di sisi user dengan cara menentukan tipe modulasinya. Bila user-nya cukup dekat ke Base Station, maka modulasinya dapat ditentukan 64 QAM sedangkan yang lebih jauh 16 QAM atau QPSK. Namun demikian WiMAX dapat menentukan tipe modulasinya mana yang berlaku secara otomatis tergantung dari kualitas link antara Base Station dan Subscriber Station. Selain itu juga dapat dibedakan sisi UL (uplink) maupun DL (downlink).

UGS (Unsolicited Grant Service)

UGUGS digunakan untuk layanan yang membutuhkan jaminan transfer data dengan prioritas paling utama. Dengan demikian layanan dengan kriteria UGS ini memiliki karakteristik :

1. Seperti halnya layanan CBR (Constant Bit Rate) pada ATM, yang dapat memberikan transfer data secara periodik dalam ukuran yang sama (burst).

2. Untuk layanan-layanan yang membutuhkan jaminan real-time.

3. Efektif utk layanan yang sensitif terhadap througput, latency dan jitter seperti layanan pada TDM (Time Division Multiplexing).

4. Maximum dan minimum bandwidth yang ditawarkan sama.

5. Contohnya untuk aplikasi VoIP, T1/E1 atau ATM CBR.

Real Time Polling Service (rtps)

Efektif untuk layanan yang sensitif terhadap throughput dan latency namun dengan toleransi yang lebih longgar bila dibandingkan dengan UGS.

1. Untuk real-time service flows, periodic variable size data packets (variable bit rate).

2. Garansi rate dan syarat delay telah ditentukan.

3. Contohnya MPEG video, VoIP, video conference.

4. Parameter service: commited burst, commited time

Non-Real-Time Polling Service (nrtPS)

1. Efektif untuk aplikasi yang membutuhkan throughput yang intensif dengan garansi minimal pada latency-nya.

2. Layanan non real-time dengan regular variable size burst.

3. Layanan mungkin dapat di-expand sampai full bandwidth namun dibatasi pada kecepatan maksimum yang telah ditentukan.

4. Garansi rate diperlukan namun delay tidak digaransi.

5. Contohnya aplikasi seperti video dan audio streaming.

6. Parameter service: committed burst, committed time excess burst.

Best Effort (BE)

1. Untuk trafik yang tidak membutuhkan jaminan kecepatan data (best effort).

2. Tidak ada jaminan (requirement) pada rate atau delay-nya.

` 3. Contohnya aplikasi internet (web browsing), email, FTP.

Teknik QoS

Terdapat 3 teknik/metode QoS yang umum dipakai, yaitu: best-effort service, integrated service, dan differentiated service. Ketiga level tersebut akan diuraikan lebih detail dibawah ini:

Best-Effort Service

Best-effort service digunakan untuk melakukan semua usaha agar dapat mengirimkan sebuah paket ke suatu tujuan. Penggunaan best-effort service tidak akan memberikan jaminan agar paket dapat sampai ke tujuan yang dikehendaki. Untuk aplikasi yang sensitif terhadap network delay, fluktuasi bandwidth, dan perubahan kondisi jaringan, penerapan best-effort service tidak dapat dilakukan. Sebagai contohnya aplikasi telepon pada jaringan yang membutuhkan bandwidth yang tetap, agar dapat berfungsi dengan baik dalam hal ini penerapan best-effort akan mengakibatkan panggilan telepon gagal atau terputus.

Integrated Service (IntServ)

Model Integrated service (IntServ) menyediakan aplikasi dengan tingkat jaminan layanan melalui negosiasi parameter jaringan secara end-to-end. Aplikasi akan meminta tingkat layanan yang dibutuhkan untuk dapat beroperasi dan bergantung pada mekanisme QoS untuk menyediakan sumber daya jaringan yang dimulai sejak permulaan transmisi dari aplikasi tersebut. Aplikasi tidak akan mengirimkan trafik, sebelum menerima tanda bahwa jaringan mampu menerima beban yang akan dikirimkan aplikasi dan juga mampu menyediakan QoS yang

diminta secara end-to-end. Untuk itulah suatu jaringan akan melakukan suatu proses yang disebut admission control. Admission control adalah suatu mekanisme yang mencegah jaringan mengalami over-loaded. Jika QoS yang diminta tidak dapat disediakan, maka jaringan tidak akan mengirimkan tanda ke aplikasi agar dapat memulai untuk mengirimkan data. Jika aplikasi telah memulai pengiriman data, maka sumber daya pada jaringan yang sudah dipesan aplikasi tersebut akan terus dikelola secara end-to-end sampai aplikasi tersebut selesai. IntServ terutama ditujukan untuk aplikasi yang peka terhadap delay dan keterbatasan bandwidth, seperti pada video conference dan VoIP. Arsitekturnya berdasar pada sistem pencadangan sumber daya per aliran trafik. Setiap aplikasi harus mengajukan permintaan bandwidth, baru kemudian melakukan transmisi data.

Dua model layanan IntServ adalah:

Guaranteed-service, layanan dengan batas bandwidth dan delay yang jelas.

Controlled-load service, layanan dengan persentase delay statistik yang terjaga.

Sistem pemesanan sumber daya memerlukan protokol tersendiri. Salah satu protokol yang sering digunakan adalah RSVP. Masalah dalam IntServ adalah skalabilitas. IntServ hanya menjadi baik untuk voice dan video, tetapi sangat tidak tepat untuk aplikasi semacam web yang aliran trafik datanya banyak tetapi datanya kecil.

Differentiated Service (DiffServ)

Model terakhir dari QoS adalah model differentiated service. Differentiated service menyediakan suatu set perangkat klasifikasi dan mekanisme antrian terhadap protokol atau aplikasi dengan prioritas tertentu di atas jaringan yang berbeda. Differentiated service bergantung kepada kemampuan edge router untuk memberikan klasifikasi dari paket-paket yang berbeda tipenya yang melewati jaringan. Trafik jaringan dapat diklasifikasikan berdasarkan alamat jaringan, protocol dan port, ingress interface, atau klasifikasi lainnya selama masih didukung oleh standard access list atau extended access list.

Keuntungan Diffserv adalah sebagai berikut :

1. Scalability

Scalability sangat penting menyangkut sebagai sebuah jaringan inti dapat mempunyai jumlah flow yang besar dan beberapa protocol yang memerlukannya untuk mengurus per flow state atau perhitungan kompleksitas yang tidak diskalakan dengan baik. Diffserv mengumpulkan banyak flow, oleh karena itu dapat menangani jumlah flow yang besar. Bahkan sejak PHB secara esensial menjadi sederhana, Diffserv meminjamkannya dengan baik untuk digunakan pada kecepatan yang tinggi.yang membuatnya scalable dalam kecepatan.

2. Ease of administering

Dalam DS framework, domain diffserv yang berbeda dapat menerapkan PHB, apabila cocok, sejauh terdapat persetujuan terlebih dahulu dengan domain lainnya yang ditemui. Hal ini memberi service provider sebuah kebebasan untuk memilih penerapannya sebagai konsekuensi mereka dapat menyediakan Diffserv dengan perubahan yang minimal pada infrastruktur tersebut.

3. Simplicity

Penerapan Diffserv tidak menyimpang/berbeda banyak dari dasar IP. Maka Diffserv membentuk kesederhanaan dan kemudahan penerapan di dalamnya.

4. Measurable

Semenjak masing-masing hop berada dalam sebuah domain diffserv, traffic conditioner dan shapers secara konstan melakukan pengukuran kecepatan kedatangan dan link schedulers melakukan monitoring paket yang dikirim, tidak banyak usaha yang diperlukan untuk mendapatkan informasi penting dari tingkah laku jaringan. Service providers dapat menggunakan informasi untuk alokasi bandwidth yang terbaik dan membuat SLA dengan pengguna.

Arsitektur Diffserv

Arsitektur Diffserv memiliki tiga komponen, yaitu:

1. Policy dan resource manager

Membuat kebijakan-kebijakan dan mendistribusikannya kepada Diffserv router. Sebuah kebijakan menentukan tingkatan layanan yang akan diberikan untuk suatu paket dalam jaringan. Proses ini akan bergantung pada kelakuan dari flow sumber tersebut (average rate-nya dan burstnessnya).

2. Edge routers

Bertanggung jawab untuk memberi tanda paket dengan sebuah code point sesuai dengan kebijakan yang telah dispesifikasikan sebelumnya oleh administrator jaringan yang mereflesikan level layanan yang diinginkan. Dalam prosesnya edge router mengukur parameter input trafik dari setiap flow.

3. Core routers

Core routers bertugas memeriksa paket datang yang sebelumnya telah diberi tanda dengan code point oleh edge router. Core router melakukan proses forwarding terhadap paket yang datang sesuai dengan tanda yang telah diberikan (menyediakan reaksi atas tanda yang diberikan edge router pada paket).

Diffserv Field

DiffServ menyediakan diferensiasi layanan dengan membagi trafik berdasar kelas-kelas pada edge router dengan menggunakan DSCP field atau IP precedence field untuk mengidentifikasi kelas-kelas layanan. Pada DiffServ, trafik dibagi kedalam beberapa kelas dan masing-masing ditangani secara berbeda khususnya ketika jumlah resource jaringan terbatas. Header IPv4 mengandung byte ToS dan aplikasi dapat men-set 3 bit di sebelah kiri (IP Precedence) untuk menunjukkan kelas layanan. Kemudian DiffServ menamai ulang byte ToS menjadi Differentiated Services field (DS field), seperti yang ditunjukkan pada Gambar berikut ini.

Quality Of Service

Qos pada jaringan WiMAX

Pada WiMAX untuk mengatur QoS dapat dijalankan oleh Medium Access Control (MAC). Sebagai contoh pada aplikasi voice dan video diperlukan latency yang rendah sedangkan untuk error data dapat ditoleransi. latency dapat ditoleransi tetapi tidak dapat mentoleransi untuk error data. Kemampuan untuk mengalokasikan kanal frekuensi yang tepat pada WiMAX dimungkinkan untuk menurunkan frekuensi dan meningkatkan QoS. Terdapat dua profil sistem duplex yang digunakan pada WiMAX, yaitu FDD dan TDD. Pada FDD dibagi menjadi 2 yaitu continous FDD dan Burst FDD. perbedaan antara FDD dan Burst FDD dari keduanya adalah apabila continous FDD dapat menerima dan mengirim secara bersamaan pada SS, sedangkan pada Burst FDD hal tersebut tidak dapat dilakukan, yang dapat melakukannya hanya SS yang memiliki system Full Duplex saja. Pada sistem TDD dapat dilakukan pengalokasian bandwidth secara dinamis sesuai dengan kebutuhan trafik. Salah satu kelebihan dari TDD dalam penerapan QoS adalah penentuan profile dari burst single carrier-modulation, yaitu seperti pemilihan parameter transmisi, tipe modulasi dan coding yang dapat dilakukan sendiri-sendiri pada masing-masing SS.

Tipe-tipe QoS (Class of Service)

Aspek lain yang tersedia pada QoS yang terdapat di WiMAX adalah data rate manageability dimana ditentukan oleh analisis link (link by link basis) antara Base Station dan Subscriber Station. Kuatnya sinyal antara Base Station dan Subscriber Station akan menentukan jumlah data rate yang mampu di-deliver ke sisi pelanggan. Besar kecilnya data rate tersebut didasarkan pada jenis modulasi yang tersedia (apakah 64 QAM, 16 QAM atau QPSK). Biasanya semakin jauh pelanggan (subscriber) dari Base Station, maka data rate-nya akan semakin kecil. WiMAX juga dapat mengoptimalkan data rate di sisi user dengan cara menentukan tipe modulasinya. Bila user-nya cukup dekat ke Base Station, maka modulasinya dapat ditentukan 64 QAM sedangkan yang lebih jauh 16 QAM atau QPSK. Namun demikian WiMAX dapat menentukan tipe modulasinya mana yang berlaku secara otomatis tergantung dari kualitas link antara Base Station dan Subscriber Station. Selain itu juga dapat dibedakan sisi UL (uplink) maupun DL (downlink).

UGS (Unsolicited Grant Service)

UGUGS digunakan untuk layanan yang membutuhkan jaminan transfer data dengan prioritas paling utama. Dengan demikian layanan dengan kriteria UGS ini memiliki karakteristik :

1. Seperti halnya layanan CBR (Constant Bit Rate) pada ATM, yang dapat memberikan transfer data secara periodik dalam ukuran yang sama (burst).

2. Untuk layanan-layanan yang membutuhkan jaminan real-time.

3. Efektif utk layanan yang sensitif terhadap througput, latency dan jitter seperti layanan pada TDM (Time Division Multiplexing).

4. Maximum dan minimum bandwidth yang ditawarkan sama.

5. Contohnya untuk aplikasi VoIP, T1/E1 atau ATM CBR.

Real Time Polling Service (rtps)

Efektif untuk layanan yang sensitif terhadap throughput dan latency namun dengan toleransi yang lebih longgar bila dibandingkan dengan UGS.

1. Untuk real-time service flows, periodic variable size data packets (variable bit rate).

2. Garansi rate dan syarat delay telah ditentukan.

3. Contohnya MPEG video, VoIP, video conference.

4. Parameter service: commited burst, commited time

Non-Real-Time Polling Service (nrtPS)

1. Efektif untuk aplikasi yang membutuhkan throughput yang intensif dengan garansi minimal pada latency-nya.

2. Layanan non real-time dengan regular variable size burst.

3. Layanan mungkin dapat di-expand sampai full bandwidth namun dibatasi pada kecepatan maksimum yang telah ditentukan.

4. Garansi rate diperlukan namun delay tidak digaransi.

5. Contohnya aplikasi seperti video dan audio streaming.

6. Parameter service: committed burst, committed time excess burst.

Best Effort (BE)

1. Untuk trafik yang tidak membutuhkan jaminan kecepatan data (best effort).

2. Tidak ada jaminan (requirement) pada rate atau delay-nya.

` 3. Contohnya aplikasi internet (web browsing), email, FTP.

Teknik QoS

Terdapat 3 teknik/metode QoS yang umum dipakai, yaitu: best-effort service, integrated service, dan differentiated service. Ketiga level tersebut akan diuraikan lebih detail dibawah ini:

Best-Effort Service

Best-effort service digunakan untuk melakukan semua usaha agar dapat mengirimkan sebuah paket ke suatu tujuan. Penggunaan best-effort service tidak akan memberikan jaminan agar paket dapat sampai ke tujuan yang dikehendaki. Untuk aplikasi yang sensitif terhadap network delay, fluktuasi bandwidth, dan perubahan kondisi jaringan, penerapan best-effort service tidak dapat dilakukan. Sebagai contohnya aplikasi telepon pada jaringan yang membutuhkan bandwidth yang tetap, agar dapat berfungsi dengan baik dalam hal ini penerapan best-effort akan mengakibatkan panggilan telepon gagal atau terputus.

Integrated Service (IntServ)

Model Integrated service (IntServ) menyediakan aplikasi dengan tingkat jaminan layanan melalui negosiasi parameter jaringan secara end-to-end. Aplikasi akan meminta tingkat layanan yang dibutuhkan untuk dapat beroperasi dan bergantung pada mekanisme QoS untuk menyediakan sumber daya jaringan yang dimulai sejak permulaan transmisi dari aplikasi tersebut. Aplikasi tidak akan mengirimkan trafik, sebelum menerima tanda bahwa jaringan mampu menerima beban yang akan dikirimkan aplikasi dan juga mampu menyediakan QoS yang

diminta secara end-to-end. Untuk itulah suatu jaringan akan melakukan suatu proses yang disebut admission control. Admission control adalah suatu mekanisme yang mencegah jaringan mengalami over-loaded. Jika QoS yang diminta tidak dapat disediakan, maka jaringan tidak akan mengirimkan tanda ke aplikasi agar dapat memulai untuk mengirimkan data. Jika aplikasi telah memulai pengiriman data, maka sumber daya pada jaringan yang sudah dipesan aplikasi tersebut akan terus dikelola secara end-to-end sampai aplikasi tersebut selesai. IntServ terutama ditujukan untuk aplikasi yang peka terhadap delay dan keterbatasan bandwidth, seperti pada video conference dan VoIP. Arsitekturnya berdasar pada sistem pencadangan sumber daya per aliran trafik. Setiap aplikasi harus mengajukan permintaan bandwidth, baru kemudian melakukan transmisi data.

Dua model layanan IntServ adalah:

Guaranteed-service, layanan dengan batas bandwidth dan delay yang jelas.

Controlled-load service, layanan dengan persentase delay statistik yang terjaga.

Sistem pemesanan sumber daya memerlukan protokol tersendiri. Salah satu protokol yang sering digunakan adalah RSVP. Masalah dalam IntServ adalah skalabilitas. IntServ hanya menjadi baik untuk voice dan video, tetapi sangat tidak tepat untuk aplikasi semacam web yang aliran trafik datanya banyak tetapi datanya kecil.

Differentiated Service (DiffServ)

Model terakhir dari QoS adalah model differentiated service. Differentiated service menyediakan suatu set perangkat klasifikasi dan mekanisme antrian terhadap protokol atau aplikasi dengan prioritas tertentu di atas jaringan yang berbeda. Differentiated service bergantung kepada kemampuan edge router untuk memberikan klasifikasi dari paket-paket yang berbeda tipenya yang melewati jaringan. Trafik jaringan dapat diklasifikasikan berdasarkan alamat jaringan, protocol dan port, ingress interface, atau klasifikasi lainnya selama masih didukung oleh standard access list atau extended access list.

Keuntungan Diffserv adalah sebagai berikut :

1. Scalability

Scalability sangat penting menyangkut sebagai sebuah jaringan inti dapat mempunyai jumlah flow yang besar dan beberapa protocol yang memerlukannya untuk mengurus per flow state atau perhitungan kompleksitas yang tidak diskalakan dengan baik. Diffserv mengumpulkan banyak flow, oleh karena itu dapat menangani jumlah flow yang besar. Bahkan sejak PHB secara esensial menjadi sederhana, Diffserv meminjamkannya dengan baik untuk digunakan pada kecepatan yang tinggi.yang membuatnya scalable dalam kecepatan.

2. Ease of administering

Dalam DS framework, domain diffserv yang berbeda dapat menerapkan PHB, apabila cocok, sejauh terdapat persetujuan terlebih dahulu dengan domain lainnya yang ditemui. Hal ini memberi service provider sebuah kebebasan untuk memilih penerapannya sebagai konsekuensi mereka dapat menyediakan Diffserv dengan perubahan yang minimal pada infrastruktur tersebut.

3. Simplicity

Penerapan Diffserv tidak menyimpang/berbeda banyak dari dasar IP. Maka Diffserv membentuk kesederhanaan dan kemudahan penerapan di dalamnya.

4. Measurable

Semenjak masing-masing hop berada dalam sebuah domain diffserv, traffic conditioner dan shapers secara konstan melakukan pengukuran kecepatan kedatangan dan link schedulers melakukan monitoring paket yang dikirim, tidak banyak usaha yang diperlukan untuk mendapatkan informasi penting dari tingkah laku jaringan. Service providers dapat menggunakan informasi untuk alokasi bandwidth yang terbaik dan membuat SLA dengan pengguna.

Arsitektur Diffserv

Arsitektur Diffserv memiliki tiga komponen, yaitu:

1. Policy dan resource manager

Membuat kebijakan-kebijakan dan mendistribusikannya kepada Diffserv router. Sebuah kebijakan menentukan tingkatan layanan yang akan diberikan untuk suatu paket dalam jaringan. Proses ini akan bergantung pada kelakuan dari flow sumber tersebut (average rate-nya dan burstnessnya).

2. Edge routers

Bertanggung jawab untuk memberi tanda paket dengan sebuah code point sesuai dengan kebijakan yang telah dispesifikasikan sebelumnya oleh administrator jaringan yang mereflesikan level layanan yang diinginkan. Dalam prosesnya edge router mengukur parameter input trafik dari setiap flow.

3. Core routers

Core routers bertugas memeriksa paket datang yang sebelumnya telah diberi tanda dengan code point oleh edge router. Core router melakukan proses forwarding terhadap paket yang datang sesuai dengan tanda yang telah diberikan (menyediakan reaksi atas tanda yang diberikan edge router pada paket).

Diffserv Field

DiffServ menyediakan diferensiasi layanan dengan membagi trafik berdasar kelas-kelas pada edge router dengan menggunakan DSCP field atau IP precedence field untuk mengidentifikasi kelas-kelas layanan. Pada DiffServ, trafik dibagi kedalam beberapa kelas dan masing-masing ditangani secara berbeda khususnya ketika jumlah resource jaringan terbatas. Header IPv4 mengandung byte ToS dan aplikasi dapat men-set 3 bit di sebelah kiri (IP Precedence) untuk menunjukkan kelas layanan. Kemudian DiffServ menamai ulang byte ToS menjadi Differentiated Services field (DS field), seperti yang ditunjukkan pada Gambar berikut ini.

Selasa, 28 September 2010

E-business and E-commerce

CMS DRUPAL

Drupal adalah sebuah perangkat lunak atau sistem manajemen konten yang bebas dan terbuka yang di distribusikan atau dibawah lisensi GPL, Pengembangan dan perawatannya pada drupal dilakukan oleh banyak kelompok pengguna dan pengembang di seluruh dunia. Drupal dapat di download dan digunakan secara bebas sehingga memungkinkan user atau yang menggunakan perangkat lunak drupal ini secara individu atau kelompok dapat mempublikasi, mengatur berbagai jenis dari isi atau konten pada suatu website.
Menurut beberapa pengembang Drupal, secara individu maupun kelompok atau yang sudah menggunakan perangkat lunak ini Drupal termasuk CMS yang cukup sulit untuk pengguna yang baru belajar membuat suatu website. Drupal banyak keunggulannya karena Drupal merupakan salah satu CMS terbaik dibandingkan dengan CMS yang lain karena Kemampuannya tidak sekedar sebagai CMS, tetapi pada API-nya Drupal juga dapat digunakan sebagai Framework dalam membangun aplikasi berbasis Web CMF.
Konsep - konsep yang ada pada drupal adalah :

Node

Node pada Drupal adalah satuan konten yang terdapat dalam Drupal. Macam - macam sebuah node pada Drupal dapat berupa blog, topik sebuah forum, berita, halaman statis, gambar, video, audio, dan flash. Kumpulan node inilah yang membentuk keseluruhan dari konten dalam sebuah website yang berbasis atau yang menggunakan Drupal.

Konsep drupal yang ada pada node ini, anda yang menggunakan Cms Drupal ini dapat membuat sebuah kontent yang luar biasa unik, tampilan yang menarik dilihat dari segi tata letak dan tampilan website yang sangat menarik. Karena kesatuan yang ada pada node membuat web menjadi web yang powerful dan dinamis.

Taxonomy

Dalam konsep Drupal terdapat modul Taxonomy yang digunakan untuk mengkategorikan konten yang ada pada konsep node. Nama dari taxonomy diambil dari ilmu klasifikasi. Dengan demikian setiap satuan konten bisa digolongkan atau dikategori sebagai konten seperti Politik, Ekonomi, Sains, atau Agama. Cara mengklasifikasikan sebuah konten hanya pengguna yang mempunyai hak untuk mengatur taksonomi. Pada modul - modul lain juga menggunakan modul Taxonomy, untuk mengklasifikasikan sebuah konten tertentu, misalnya seperti Forum dan Image Gallery. Dengan adanya konsep Taxonomy ini akan memberikan link back terhadap kontent anda pada website.

Comment

Konsep Comment ini merupakan tanggapan terhadap sebuah node yang dituliskan oleh user. Biasanya suatu website pasti ada konsep comment yaitu untuk saling memberikan komentar, Misalnya pengunjung web mengomentari suatu website.

Menu

Sistem menu yang ada dalam drupal adalah sistem penanganan request atau permintaan kepada URL. Clean URL pada sistem menu harus diaktifkan Jika Clean URL tidak diaktifkan, maka setiap query string yang berbentuk ?q= sistem menu yang akan menanganinya.

Module

Website module pada Drupal dapat ditambah dengan modul-modul tertentu sesuai dengan kebutuhan. Modul adalah satuan program yang ditulis dalam bentuk PHP yang jika diaktifkan akan menambah suatu fungsi tertentu. Misalnya seperti modul Organic Groups yaitu untuk memberi fungsi pada suatu group atau mailing list seperti Google Groups dan Yahoo Groups. Modul ini juga ada modul untuk modul Images yaitu untuk mengijinkan user mengupload sebuah gambar sebagai node.

Theme

Theme adalah penampilan luar dari sebuah website. Sistem theme untuk mengatur bagaimana tampilan website, layout halaman, penempatan block, style website, dll. Theme juga dapat diubah-ubah sesaui dengan keinginan user, untuk memilih theme yang tersedia ada dalam direktori /themes maupun /sites/all/themes. Untuk menarik pengunjung tampilan website harus terlihat menarik, unik dan isi informasi juga akurat.

Hook

User atau pengguna tidak menyadari keberadaan konsep hook ini yang ada pada Drupal, kecuali mereka adalah developer. Hook adalah metoda yang digunakan Drupal agar setiap modul dapat menambahkan fungsi tertentu, dengan cara menghubungkan fungsi tertentu tersebut pada hook yang dimiliki pada sistem Drupal. Misalnya user dapat menambah menu baru dengan cara mendefinisikan fungsi modul menu, yang akan menjamin Drupal tidak akan lupa memperhitungkan keberadaan menu tersebut ketika akan diperlukan.

Perbedaan antara drupal dengan joomlaa

• Joomla sangat user-friendly dengan para developer yang komersial dan non-komersial yang terus aktif berkarya dan dengan banyaknya dukungan komunitas web-designer yang bervariasi stylenya. Joomlaa sangat cocok untuk pengguna yang baru belajar membuat website karena joomla tidak sulit seperti drupal.
• Drupal lebih fleksibel dengan dukungan para developer non-komersial yang lebih koherensi/se-prinsip dan komunitas drupal yang selalu terus menambah secara stabil.

Drupal dapat digunakan untuk membangun seperti :

• Web Portal seperti website portal kapanlagi.com
• Situs Diskusi
• Website Perusahaan
• Aplikasi Internal
• Website Personal contohnya Blog
• Aplikasi Komersial perdagangan online shop yaitu E-Commerce
• Kumpulan Sumber Informasi
• Situs Jaringan Sosial contohnya seperti facebook, twitter, friendster, dll
• Website Multi Bahasa seperti google terjemahan bahasa
• Dan lain- lain

Drupal dapat langsung digunakan setelah anda mendownload dan menginstallnya secara mudah. Dengan berbagai fungsionalitas yang sudah dibangun, dikombinasikan dengan ribuan paket modul drupal dan tampilan tema bebas di pilih sesuai yang disediakan drupal dan drupal akan mengaktifkan berbagai fitur diantaranya seperti :

• Sistem Manajemen Konten (Content Management Systems) (CMS)
• Blog
• Forum
• Jaringan Peer-to peer (Peer-to-peer networking)
• Surat Kabar (Newsletters)
• Multimedia
• Galeri Foto / Gambar (Picture galleries)
• Pengunggahan dan Pengunduhan File (File uploads and downloads)
• Multi Tampilan
• Dan lebih banyak lagi.

Referensi : http://www.adipedia.com/sejarah-asal-mula-cms-drupal/